Minggu, 17 Agustus 2014

Ambeg adil paramarta, Pemimpin untuk ikhlas mengabdi kepada rakyat

berkumpul kembali dg setan2 (para pemimpin) mereka, mereka berkata, "sesungguhnya kami bersamamu, sesungguhnya hanya mengolok-olok mereka".
"Allah akan (membalas dengan) mengolok-olok mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka yg melewati batas", (QS: Al Baqarah/2.14 dan 15).
Pemimpin untuk ikhlas mengabdi kepada rakyat, 'ambeg adil paramarta' dengan memperhatikan rakyat miskin dan yang mengalami kesusahan serta diskriminasi. Perangi kemiskinan dan kebodohan!.
Membangun dengan ramah lingkungan hidup, baik lingkungan hidup alam maupun sosial-budaya, yaitu selamat sejahtera lahir batin.
Pembangunan itu memprioritaskan 'ambeg paramarta' pencagaran (conservation) pusaka alam dan budaya fisik maupun non-fisik.
Pembangunan itu berwawasan budaya dan kewenangan partisipasi tertinggi sesungguhnya ada di tangan rakyat!
Konsep ini berdimensi daerah, nasional maupun global, dengan menekankan pada nilai kemanusiaan.!
Salam Indonesia damai dan semakin bersatulah!.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar