Minggu, 17 Agustus 2014

Fitnah memang kejam, tak perlu dibalas dengan fitnah


Fitnah memang kejam, tak perlu dibalas dengan fitnah, yang perlu dilakukan do'akan ia agar Allah memberi petunjuk dan jalan terang. Jika memungkinkan, nasihatilah dia secara langsung maupun melalui sindiran agar dia bisa sadar dan bertobat. Maafkan dia, tapi kita boleh membalas untuk suatu kemaslahatan asalkan tidak melampaui batas.
Firman Allah,. ......., maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
Dan sesungguhnya orang2 yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.
Sesungguhnya dosa itu atas orang2 yg berbuat zalim kepada manusia dan melampui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.
Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal2 yang diutamakan (QS: Asy Syuuraa 40-43). Jika terjepit 'kepepet' darurat dan terpaksa, doakanlah keburukan untuk si zalim agar ia menjadi sadar dan bertobat. Dengan senyum di kulum kesabaran, tawakal dan Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar