Minggu, 17 Agustus 2014

Hakekat puasa bukannya meninggalkan makan dan minum

Apakah Puasa-Ramadhan-mu masih penuh dengan Maksiat??
َن لم يَدَع قولَ الزُّور والعمَلَ بِه، فَليسَ للهِ حَاجَة فِي أَن يَدعَ طَعَامَهُ وشَرَابهُ
“Siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta atau perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh puasanya.” (Bukhari)
لَيس الصِّيامُ مِن الأَكلِ والشّرْب إِنما الصِّيامُ مِن اللَّغوِ والرَّفث
“Hakekat puasa bukannya meninggalkan makan dan minum, hakekat puasa adl meninggalkan hal sia-sia dan sesuatu yg jorok.”(Ibn Khuzaimah & Ibn Hibban)
Hakekat puasa adalah menahan dan mengendalikan segala nafsu, termasuk nafsu belanja. Namun banyak diantara kita pada 10 hari terakhir puasa Ramadhan meninggalkan sholat tarawih berjamaah dan i'tikaf di masjid karena menuruti nafsu.......yg landasannya mengatas-namakan budaya ....ingin menyambut fitri dengan serba baru.......



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar