Minggu, 17 Agustus 2014

Menghubungkan tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskan

Assalamu'alaikum Wr Wb,
SOMBONG Banget,... merupakan suatu sifat yang menyebabkan seseorang merasa lebih unggul dari pada orang lainnya. Seorang yang sombong selalu menganggap remeh kepada sesamanya. Subbhanallah.
Hanya Allah sajalah yang berhak Membesarkan dan Membanggakan Dirinya, selain Allah tidak diperkenankan-Nya. Manusia sebagai makhluk yang lemah semestinya tawaddu' (merendahkan diri), merasa diri ini lemah tidak bisa melakukan sesuatu apa tanpa memperoleh pertolongannya.
Untuk itulah terhadap sesama insan, manusia fitrahnya harus saling bersilaturahmi, berkasih sayang dan menghormati tanpa membedakan pangkat dan kedudukan. Bukan sebaliknya, sombong, tinggi hati, merasa superior, saling menghina dan menjatuhkan satu sama lain.
Menghubungkan silaturrahim, adalah amalan yang meningkatkan iman di dalam kehidupan di dunia yang indah penuh rachmad.
Silaturahmi, tidak hanya membatasi sekadar saling bersalaman saja, bersalaman menyentuhkan tangan atau tidak sampai bersentuhan tangan, atau permohonan maaf. Tetapi suatu kekuatan mental dan kemampuan yang tinggi dari hati manusia. Hal ini sesuai dengan asal kata “silaturahmi” itu sendiri, yaitu "shilat" atau "washi", yang berarti “menyambungkan” atau “menghimpun” dan “Arrahiim” yang berarti kasih sayang.
Pengertian “menyambungkan” adalah suatu proses aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Dalam menyambungkan tali silaturahmi ini, Rasulullah SAW bersabda, “Yang disebut silaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu adalah menyambungkan apa yang terputus.” (HR Bukhari)
Rasulullah SAW memberikan tauziah kepada para sahabatnya, “Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan dari Allah,” ungkap Rasulullah. Sahabat bertanya: “ Apakah yang dimaksud itu ya Rasulullah?”
Rasulullah SAW menjawab: “Yaitu hendaknya kalian suka menghubungkan tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskan engkau, memberikan sesuatu (hadiah) kepada orang yang tidak pernah memberi sesuatu kepada engkau, dan hendaknya engkau bersabar kepada orang yang menganggap engkau bodoh.” (HR Hakim)
Silaturahmi yang kita laksanakan bukan karena mengharapkan imbalan dari makhluk. Bahkan berharap pujian dan penghargaan, juga bukan karena mendambakan agar merekapun menyambungkan tali silaturahmi sebagaimana yang telah kita lakukan. Melainkan dilakukan semata-mata agar kita disayangi oleh Allah Azza waa Jalla.
Sambungkan tali silaturahmi, hanya dengan jalinan silaturahmi yang erat, umat Islam akan menjadi kuat. Wallahu a’lam bish-shawab.
Baju Koko Alcal-Modcoll built to Bless - Pakaian dijual DI Yogyakarta - Sleman -berniaga.comberniaga.com/Baju+Koko+Alca… via @berniaga
AL-ISLAMI-AL-ISLAMI.BLOGSPOT.COM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar