Kamis, 28 Agustus 2014

Menuju gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kertaraharja.

Assalamualaikum Wr Wb,
Setiap orang perlu mimpi untuk menuju gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kertaraharja.
Tak lain dan tak bukan agar tidak hanya menjadi wacana belaka yang ramai verbal, tanpa adanya pelaksanaan nyata. Saat ini sudah jamannya kreativitas, setiap insan dapat berbuat sesuatu sesuai kemampuannya.
Akan tetapi juga, perlu diingat syarat mutlak diperlukan adanya tolok ukur. Karena kehendak rakyat dan pemimpinnya agar pembangunan berkelanjutan bertujuan dapat untuk memenuhi aspirasi masyarakat. Demikian juga, lebih enak lagi tolok ukurnya itu berorientasi pada aspirasi masyarakat dan pemimpin2nya. Aspirasi itu sesungguhnya merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat dan para pemimpin2nya.
Tak mudah memang berlaku adil karena bukan ratu adil, apalagi berbuat kebaikan, melarang kemungkaran, kemunafikan dan kezaliman ketamakan serta ingat do'a orang yang dizalimi itu sungguh manjur bagai disengat Lebah. Perhatikan penjelasan-Nya tentang segala sesuatu yang menjadi petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi kita rakyat dan pemimpin yang bersatu padu berikut ini.
"Sesungguhnya Allah menyuruh(mu) berlaku adil, berbuat kebajikan, dan menolong keluarga dekat dan melarang berbuat keji, kemungkaran, dan kezaliman. Dia menasehatimu supaya kamu ingat" QS: An Nahl 16/ 90.
Untuk itu, seyogyanya dalam pembangunan yang dikehendaki rakyat hanya yang terukurlah yang diimplementasikan, yang tidak terukur diabaikan saja! Hal ini penting agar mempunyai acuan dan pedoman kegiatan apa saja yang perlu dilaksanakan untuk memenuhi keberlanjutan. Harapannya, kegiatan dan hasil yang kita lakukan dapat dievaluasi menurut tolok ukur yang disepakati bersama.
Keseimbangan spiritual penting, dalam menapaki kehidupan dunia, meskipun menghendaki keuntungan akherat!. Pahami ekonomi dalam perspektif Islam tersebut dengan prinsip-prinsip yang telah di ajarkan dalam Cerita-cerita.
"Carilah dalam (karunia) yang diberikan Allah kepadamu itu (keselamatan) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu; dan janganlah kamu mencari kerusakan di muka bumi, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan" QS; Al Qashash 28/ 77.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar