Kamis, 28 Agustus 2014

“Teteg, tatag, meneng ngadhepi aniaya sadrema nggayuh adiling tatanan”.

Segala puji hanya milik Allah, kami memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, tempatku berlindung dari kejelekan jiwa dan keburukan amal kami.
Barangsiapa yang mendapatkan petunjuk Allah, tidak ada yang dapat
menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, tidak ada yang dapat menunjukinya. Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharja itu dapat segera terwujud. Peringatan-Nya agar kita terus bekerja keras dan “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS Az-Zumar. [39] : 53).
Dengan seruan ini, Allah berfirman kepada mereka dan menyuruh mereka
agar tidak berputus asa dari rahmat Allah dan bahwa mereka harus kembali kepada-Nya, bertaubat kepada-Nya, karena Dia mengampuni semua dosa, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
“Bila ingin jaya Indoesia-ku, kita harus mampu membangun kekuatan dengan kedamaian, membangun kekuatan dengan kerendahan hati dan siapa pun yang tinggal di wilayah ini tidak berlaku serakah karena hanya akan mengakibatkan celaka dan kehancuran”
Untuk mencapai Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharja, kita perlu bertekad dengan “Teteg, tatag, meneng ngadhepi aniaya sadrema nggayuh adiling tatanan”.
Sebab kalau bukan Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharja yang diraih, maka kehancuran yang menghadang, kemaksiatan penuhi bumi pertiwi, dan jika Allah hendak menghancurkan dan membinasakan suatu negeri, Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang menyebabkan kerusakan dan kefasikan.
Siapakah orang yang mau membawa dirinya menuju kepada kehancuran? Mereka adalah orang-orang melakukan maksiat yang berdosa, yang melanggar dan durhaka. Penyebab kehancuran sesungguhnya adalah banyak menghabiskan waktu untuk perbuatan dosa, menghabiskan waktu untuk selain ketaatan kepada Allah, menghabiskan harta pada hal-hal yang tidak disukai Allah. Allah berfirman setelah menyebutkan para Nabi:
“Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di
antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki (mu) sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah; dan bagimu azab yang besar.” (QS An-Nahl [16] : 94)
Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Anbiyaa [21] : 9)
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta'ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS Al-Isra [17] : 16)
Sebab kehancuran adalah apa yang Allah telah sebutkan yaitu kezaliman, kedurhakaan, dosa-dosa, kerusakan, menyia-nyiakan waktu, menyia-nyiakan harta dan berputus asa dari rahmat Allah. “Sapa sing salah bakal sèlèh”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar