Minggu, 21 September 2014

Estetika, sebagai filosofi yang mempelajari nilai sensoris.

Assalamualaikum wr wb,
Menghantar ke kuburan dengan mendo'akan saudara kita itu termasuk sillaturahmi senyampang mengingat kematian yang paling dekat dan dari mana asal kita sesungguhnya, kemana 'kan kembali setelah kematian "Sangkan Paraning Dumadi"
QS:2.Al-Baqarah : 56
ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur".
Ketika kaki beranjak 'ntuk melangkah pulang dari ritual pemakaman, bukankah kita semakin bersyukur masih diberi kesempatan melihat hamparan pepohonan dan perbukitan nan indah serta masih berkesempatan dapat menghirup udara segar. Belum lagi keindahan hasil cipta rasa karsa dengan akal budi manusia berujud culture indah dengan konsep estetika. Konon estetika, sebagai filosofi yang mempelajari nilai sensoris dengan unsur turunannya 'rhythm, balance, scale, tekstur, colour, shape, unity'. Sesungguhnya telah tersirat jelas dalam firman-Nya tentang keelokan alam raya itu.
QS:50.Qaaf : 7
وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ
"Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata".
Bukankah rasa syukur yang semakin mendalam atas segala nikmat-Nya dan keindahan-Nya itu semua sebagai ciptaan-Nya. Allahuakbar.
QS:44.Ad-Dukhaan : 26
وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ
"dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah",
Kita sudahlah cukup bangga begitu bisa menuangkan goresan bahkan guratan di canvas berujud lukisan dan photography, tapi tak satupun reproduksi pemandangan alam dengan kebun bisa ditumbuhkan tanamannya supaya hidup bunga berbunga serta berbuah buah, kecuali diganggu jin dengan segala tipuannya.
Bukankah kita perlu semakin bertaubat dan bersujud lebih mensyukuri atas segala ciptaan, keindahan dan kebesaran-Nya.
QS:5 55.Ar-Rahmaan : 76
مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ
"Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah".
Hamparan rumput hijau hidup mengadung air dan dingin menyejukan, sedangkan permadani panas terbuat dari sampah nan kering dan panas berdebu. Hanya imitasi. Belajar apapun, kita bisanya dari meniru.
Milikilah Sifat Malu disini http://goo.gl/0aXlGuu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar