Senin, 22 September 2014

Pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan pembangunan, melainkan sarana untuk pembangunan manusia.

Assalamualaikum Wr Wb,
Sadarilah, pembangunan yang telah kita lakukan memperkosa lingkungan hidup biofisik dan sosial yang membawa kesengsaraan. Musibah banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, musim makin tidak teratur. Maraknya kemiskinan dan pengangguran yang mencekam. Mari simak firman-Nya agar semakin memahami, dalam QS:2.Al-Baqarah : 11 berikut ini.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".
Dengan demikian, apapun yang terjadi setiap kegiatan membangun itu pasti 'kan merusak lingkungan hidup, dan bukannya mengadakan perbaikan yang dilakukan itu (perbaikan menurut manusia).
Tak pelak lagi, antroposentris pembangunan oleh manusia yang mengandalkan kualitas manusia ternyata masih mengandung bahaya. Kegiatan antroposentrisme yang dilakukan manusia masih memikirkan jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan sesaat tanpa memikirkan kebutuhan jangka panjang dengan mengabaikan lingkungan hidup yang mendukung kehidupannya. Sehingga professional tidaklah berlangsung jika tidak menyadari dampak serta ekses merusak lingkungan di kemudian hari. Dalam rangka menggugah kesadaran kita, mari cermati firman-Nya dalam QS;2.Al-Baqarah : 12
أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ
"Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar".
Semakin terkuak kesadaran kita bila yang lebih penting itu kesejahteraan jangka panjangnya, bahkan perlu 'ntuk menjaga kelangsungan hidup manusia yang semakin terancam. Pendekatannya yang arif bermuara pada titik akhir, yaitu Tuhan Sang Pencipta, berikut pengakuan kemutlakan Tuhan yang sering disebut dengan "Sangkan Paraning Dumadi".
Untuk itu penting ada hubungan manusia dengan alam semesta, manusia perlu menunjukan suatu citra harmonis, kesempurnaan manusia yang semakin profesional bilamana telah melepaskan diri keakuannya dengan tidak terbelenggu oleh duniawi.
Sesungguhnya, pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan pembangunan, melainkan sarana untuk pembangunan manusia, sedangkan manusia adalah tema sentral yang perlu perubahan sehingga perlu berhijrah. Hijrah adalah syarat mutlak untuk melakukan perubahan. Dalam banyak ayat Al-Qur’an, kita menemukan Hijrah itu urutan kedua setelah Iman. Sedangkan Jihad urutan ketiga setelah Iman dan Hijrah. Tidak akan pernah ada perubahan jika tidak pernah melakukan hijrah.
Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah, Allaahu Akbar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar