Rabu, 08 Oktober 2014

Ojo Dumeh" jangan mentang-mentang

Bismillahirrahmanirrahim
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم .
Assalamu'alaikum Wr Wb,
"Sombong" terlalu menghargai diri sendiri secara berlebihan, "congkak", "angkuh", "pongah", dan "takabur". Kelakuannya yg angkuh menurutnya ‘eksklusif’ itu senyatanya menjauhkan orang darinya, karena sangat bongak sangat congkak.
Pahamkah, apabila sifat dan kelakuan kita dapat menjadikan amal saleh yang kita rintis menjadi rusak dikarenakan rasa bangga pada diri sendiri, merasa cukup dengan itu dan bersikap sombong. Penyakit yang berbahaya yang dapat merembes masuk untuk menjadikan jiwa manusia ternodai ini dapat menghancurkan amal saleh kita. Bahayanya dapat masuk ke ranah syiri’ khafi (samar) kepada Allah SWT.
إِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ
“Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya”. QS:2 Al-Baqarah: 206.
Apa yang kita lakukan sepertinya baik, niatnya baik dan sepertinya amalan secara syariat di Jalan Allah, tapi karena manusia yang masih butuh pengakuan dan tanpa sadar ria’ serta keangkuhan yang dimunculkan, terjadilah tindakannya menjadi pongah yang tak kelihatan akan tetapi Allah Maha Mengetahui.
لَا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
“Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”. QS:16 An-Nahl: 23
Keangkuhan yang muncul, tanpa kita sadari kalau dapat menyinggung, menyakiti, membuat orang lain tidak suka karena tersakiti, karena kemiskinannya yang tak tampak, karena orang lain tak mampu secara fisik dan finasial, tak dapat mengimbangi kemampuannya.
Bagaimana mereka telah dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsunya dengan kepongahannya
Meskipun demikian, apakah hati kita tanpa mata tak melihat dan mati kaku terkunci oleh nafsu aluamah, mutmainah, sufiah dan seperti telah difirmankan. QS:47.Muhammad: 16
وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ حَتَّىٰ إِذَا خَرَجُوا مِنْ عِنْدِكَ قَالُوا لِلَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مَاذَا قَالَ آنِفًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ
"Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): "Apakah yang dikatakannya tadi?" Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka".
Kecongkakan, keangkuhan, kejemawaan, kepongahan, kesombongan, ketinggian hati; apabila kita merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia, pandai, mampu atau kaya padahal belum seberapa dihadapan-Nya.
Keserakahan, ketamakan, nafsu ambisius kita, didorong hawa nafsu sangatlah mudah dipengaruhi oleh syaitan yang menyesatkan.
"dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”. (QS. Shad : 26)
Meskipun kita telah bekerja dengan lelah dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan amal saleh, kemudian penyakit sombong datang padanya, maka saat itu pula menghancurkan amal salehnya. Kita sudah diperingatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sabdanya. “Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri”. (HR Thabrani).
Seorang yang sombong, tidak ‘kan pernah merasa bila menyinggung, menyakiti, mendzolimi orang lain karena cara pandang dirinya yang merasa ‘superior‘ dengan kepuasan dan kebanggaan atas kemampuan dan prestasi yang belum seberapa dibanding kebesaran-Nya. Ia tidak melihat dirinya dari sisi kekurangan. Ketika manusia telah merasa puas dengan dirinya sendiri, maka jiwanya akan dituntun untuk mengikuti apa saja yang ia sukai.
Wahai Muhammad apa pendapatmu tentang orang yang mempertuhankan hawa nafsunya. Allah menyesatkan orang yang mempertuhankan hawa nafsunya. Allah memateri (mengelas/mengunci mati) pendengaran mereka, hati mereka dan memasang tabir (tutup) di depan penglihatan mereka. Karena itu siapakah yang dapat memberikan petunjuk kepada mereka selain Allah? Mengapa orang-orang kafir itu tidak mau berpikir? (QS Jaatisyah [25]23).
"Ojo Dumeh" jangan mentang-mentang, ungkapan ini mengandung nilai ajaran dan nasehat, agar orang bersikap wajar, tidak berlebihan.
Lebih baik besifat dan berlaku tidak sombong dan angkuh, karena di atas langit masih ada langit dan di bawah tanah masih ada tanah. Laku hidup kita telah dituntun dengan seksama denga firman-Nya dan maha benar firman Allah SWT.
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”. QS:17 Al-Israa': 37.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar