Minggu, 12 Oktober 2014

Sugih tanpa banda, Digdaya tanpa aji, Nglurug tanpa bala, Menang tanpa ngasorake.

Bismillahirrahmanirrahim
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم .
Assalamu'alaikum Wr Wb,
Adalah alamiah, terdapat kekuasaan yang tercipta karena citra dan wibawa seseorang, perkataannya, membuat orang lain sangat menghargainya. Orangnya berani bertanggung jawab, berani untuk beraksi bertindak turun tangan walaupun terkadang tinggal sendirian. Sikap ini mencontoh sikap kesatria, bukanlah orang yang mudah untuk terhasut, ikut-ikutan, tetapi lebih cenderung kepada orang yang berani maju, berani meghadapi masalah, berani untuk bertanggung jawab, walaupun yang lainnya mundur lari dari masalah yang ada tak berani menghadapi kenyataan. Dengan demikian ksatria itu sesungguhnya dia yang ‘nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake’. Menyerbu tanpa pasukan, menang tanpa merendahkan.
Sebaiknya kita tumbuhkan “tresna sejati” (cinta sejati) yang membuat orang lain tidak memiliki alasan untuk membenci, apalagi menyerang kita. Sikap saling menerima dan mengakui diikuti memberi maaf terlebih dahulu, saling maaf-memaafkan agaknya yang paling indah untuk segera dilakukan agar tercipta kedamaian dan ketentraman, kemaslahatan dan kesejahteraan manusia yang lebih banyak. Tidak ‘kan sekali-kali merintangi orang lain untuk memperoleh impiannya, namun sebaliknya kita harus aktif membantu orang lain untuk memperoleh keinginannya. Pencapaian cita-cita hanya memuaskan fisik semata, namun mengalahkan iri hati, dengki, takabur, serakah, loba’ dan bongah sehingga menjadi kemenangan sejati. Kemenangan semacam itu adalah kemenangan tanpa mengalahkan orang lain.
Amalan yang baik dilakukan dengan membaca dan menerapkan dalam laku kehidupan dengan mengamalkan Ayat Kursi yang merupakan salah satu ayat yang bisa menjadi amalan sebagai pegangan hidup untuk terkabulnya doa dan hajat, keberkahan, keberlimpahan, amalan lancar dan murah rejeki, perlindungan diri, perlindungan usaha dan bisnis. Di dalam Ayat Kursi terkandung Kebesaran Allah, Keagungan Allah, Kekuasaan Allah dan Ilmu-ilmu Allah yang meliputi langit dan bumi. Insya Allah akan kita dapatkan yang namanya fadhilah, karomah, hikmah, manfaat dan khasiatnya dapat kita rasakan apabila rajin mengamalkan Riyadhoh Ayat secara Istiqomah dan Tuma’ninah.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa´at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. QS:2 Al-Baqarah: 255.
Sebelum kita akan melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati, bahkan tanpa mengharapkan imbalan sekalipun. Kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan kita, budi baik kita, akan senantiasa diingat oleh orang lain, dan suatu saat kita memerlukan bantuan atau pertolongan, orang lain yang juga dengan sepenuh hati menolong kita bahkan membantu kita dengan tulus ikhlas, juga tanpa mengharap imbalan. Kemenangan yang kita inginkan, tanpa merendahkan orang lain.
Pada prinsipnya dapat dimusyawarahkan, secara modern filosopi ungkapan ini sama dengan dicari jalan tengah untuk kedamaian ' win win solution ', yang memiliki arti semua pihak yang berselisih paham memiliki hasil yang menguntungkan untuk semuanya. Secara lengkap kearifan budaya tentang ajaran hidup bahagia dari Raden Mas Panji Sosrokartono (1877-1952) Saudara kandung RA Kartini berikut ini.
Sugih tanpa banda, Digdaya tanpa aji,
Nglurug tanpa bala, Menang tanpa ngasorake,
Trimah miwah pasrah, suwung pamrih,
Tebih ajrih langgeng tan ono susah,
Tan ono bungah.
Anteng manteng, sugeng Jeneng,
Durung menang yen durung wani kalah,
Durung tunggul yen durung wani asor,
Durung gede yen durung wani cilik.
Artinya tertulisnya:
Kaya tanpa harta, Sakti tanpa ajimat,
Menyerbu tanpa pasukan, Menang tanpa merendahkan,
Menerima dengan pasrah, Sepi dari rasa pamrih,
Jauh dari rasa takut, Selamanya tiada perasaan susah,
Tiada perasaan gembira.
Tenang dalam menghadapi sesuatu,
Belum menang bila belum berani menghadapi kalah,
Belum unggul bila belum berani rendah,
Belum menjadi besar bila belum berani menjadi kecil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar