Minggu, 02 November 2014

Sugih Ngelmu Tanpa Meguru


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum,
"Sugih Ngelmu Tanpa Meguru"
Memilki banyak ilmu tanpa berguru.
Keluhuran budinya merupakan modal hidup yang sangat tinggi nilainya. Apalagi diikuti ihlas sabar dan istiqomah.
Siapa 'ingsun' yang memilki keluhuran budi, di dalam hidup bermasyarakat niscaya memiliki kewibawaan yang tinggi, bagaikan orang yang memilki ilmu yang tinggi. Keluhuran budi diibaratkan sebagai kekayaan yang sangat tinggi nilainya, kekayaan berwujud ilmu yang tinggi.
Keluhuran budi yang tulus dari hati sanubari, bagaikan kekayaan yang dimiliki menguasai banyak ilmu yang tinggi tanpa belajar dari siapapun.
Nilai yang terkandung di dalam ungkapan ini ialah nasihat atau dorongan, agar orang senantiasa beritikad baik dan berbudi luhur.
Orang yang luhur budinya, di mata masyarakat dinilai memiliki telur pertama kewibawaan yang tinggi dan mengalahkan segalanya. Maju terus pantang mundur, berbekal telur kedua pengalaman yang nilai lebih tinggi dari ilmu di menara gading. Telur yang ketiga selalu diikuti ketaqwaan pada yang Menciptakan, akan mendapat ridha-Nya. Seperti telah tersirat dalam surat Ali-'Imran berikut ini.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung".
QS:3.Ali-'Imran : 200.
Sikap dan tindakan baik, kejujuran yang ihlas, keampuhannya mengungguli segala kekuatan dan senjata yang bagaimanapun ampuhnya. Buktikan keampuhannya dan tidak hanya ngomongnya.
Berani memekikkan perjuangan di medan laga, berhadapan dengan kemiskinan dan kebodohan, bukannya hanya musuh di perbatasan negeri. Simak firman-Nya berikut untuk lebih bersemangat dalam
QS:4 An-Nisaa' : 84.
فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا
"Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri.
Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)".
Ungkapan lain yang ada hubungannya adalah "Sura Dira Jayaning Rat Lebur Dening Pangastuti"
Segala sesuatu, bahkan segala maksud yang tidak baik, akan dapat dikalahkan oleh sikap dan tindakan yang baik.
Kemarahan yang bagaimanapun meluapnya, akan dapat dikalahkan oleh sikap rendah hati.
'Digdaya tanpa aji', kebal tanpa sarana atau syarat pengebal.
'Sugih tanpa bandha', kaya tanpa memiliki harta kekayaan.
'Menang tanpa ngasorake', menang tanpa mengalahkan.>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar