Minggu, 07 Desember 2014

Sing bisa prihatin sajroning bungah, lan bungah sajroning prihatin


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarahkathu,

Hendaknya dapat mempertahankan kesederhanaan di dalam kemewahan. dan dapat bertahan tawakkal, istiqomah serta tabah di dalam penderitaan.
Hendaknya dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan kemewahan di dalam keadaan keserba-adaan, dan hendaknya dapat bersikap tidak putus asa di dalam keadaan penderitaan yang sangat menekan. Telah dijelaskan secara gamblang dalam firman-Nya pada ayat Asy-Syuura : 36 berikut ini.

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal". QS: 42 Asy-Syuura 36.
Ajakan untuk senantiasa dapat hidup di dalam keserasian, keselarasan dan keseimbangan terhadap kenikmatan hidup yang telah Allah berikan. Tapi ternyata ada yang lebih kekal kenikmatan itu tatkala kita lebih tawakkal lagi beriman.
Hendaknya tidak mudah tergiur, tidak terseret oleh semua godaan dan keinginan buruk yang mempersulit diri sendiri, yang membuat masalah melilit membelit diri sendiri.
Dalam kesulitannya itu pasti ada jalan keluarnya apabila mau berupaya berikhtiar diikuti berdo'a. Setiap masalah apalagi terukur pasti ada pemecahan masalahnya, karena kesulitan dan masalah yang ada itu tampak akibat ulah sendiri.
Semakin tawakkal sabar,akan segera diurai kesulitan dengan dikembalikannya segala urusan, dan masalah, kesulitan itu pada Sang Pencipta. Cermati firman-Nya dalam ayat Huud : 123 berikut ini.
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
"Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan". QS: 11 Huud 123.
. Diriwayatkan oleh Abdul Razzaq dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Mushannaf nya menyebutkan etika standar yang wajib disadari oleh setiap Muslim agar tercipta sebuah masyarakat yang harmonis. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكذبَ الْحَديثِ ، وَلَا تَحَسَّسُوا ، وَلَا تَجَسَّسُوا ، وَلَا تَحَاسَدُوا ، وَلَا تُدَابِرُوا ، وَلَا تَبَاغَضُوا ، وَكَوَّنُوا عِبَادَ اللَّهِ إخوانا
“Hindarilah oleh kalian prasangka buruk, sebab ia termasuk kedustaan besar, janganlah kalian saling menyindir, saling mencari-cari kesalahan, saling memendam rasa dendam, saling berselisih, dan saling bertengkar, namun jadilah kalian orang-orang yang bersaudara.”
Hendaknya kita orang dapat menahan diri, dalam suasana prihatin harus dapat bergembira, dan dalam keadaan gembira harus dapat berprihatin.
"Sing bisa prihatin sajroning bungah, lan bungah sajroning prihatin".
Dalam pengendalian hawa nafsu, hidup harus dikendalikan agar supaya dapat serasi selaras dan seimbang. Sebab kita manusia yang serba lemah sering lupa diri, bukan?
"Selamat bertahajud, witir, fajar, subuhan, syuru'.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar