Minggu, 28 Desember 2014

TEEN DATING VIOLENCE

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba'du,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
'Teen Dating' adalah pola hubungan antar remaja yang melibatkan unsur psikis dan fisik, emosional dan rasa cinta, eksplorasi seksual dan ketertarikan antar lawan jenis.
Pola ini terjadi ketika remaja mulai memasuki awal masa puber dan menemukan perasaan yang berbeda ketika merasakan perubahan hormonal mempengaruhi cara bertindak dan berpikir para remaja.
Pada remaja puber yang mengalami kematangan fisik, fungsi kendali logikanya, akan banyak berubah dan menempatkan keinginan untuk dating sebagai sebuah keniscayaan.
Pada awalnya, mereka mulai merasakan perasaan Jatuh Cinta terhadap lawan jenis yang menarik perhatian dirinya.
Lalu, keberanian itu datang, mencoba melakukan relasi cinta dan membina hubungan yang disebut dengan Dating/Berpacaran
Ajaran Islam ada istilah taaruf sebelum pernikahan. Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, main atau bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya.
Tujuan taaruf disini adalah sebatas untuk mengenal karakter calon pasangan kita, bukan untuk ‘having fun together’?
Pergi berduaan tanpa ditemani mahram atau keluarga, seharusnya dihindari. Karena kita tidak tahu apa yang bisa dan mungkin terjadi. Ketentuan ini harus tetap berlaku meskipun sudah dalam proses menuju pernikahan. Selama pernikahan belum terlaksana si dia? tetaplah non mahram.
Mulanya, hubungan cinta Antar Remaja berjalan baik-baik saja. Namun, fakta dan penyimpangan yang terjadi membuktikan, bahwa ada sebuah kesalahan dalam bertindak dan bersikap yang dilakukan sebagian remaja.
Sebagian di antara mereka, salah mengartikan arti cinta itu sendiri. Sadar atau tidak sadar, hubungan cinta yang semula berjalan dengan sangat lembut, berubah menjadi pola kekerasan yang banyak tidak disadari oleh kaum remaja itu sendiri.
Batasan-batasan syariat juga harus tetap dijaga. Didalam sebuah hadist shohih Rasulullah saw. Menegaskan Tidaklah diperkenankan bagi laki-laki dan perempuan untuk berkhalwat (berduaan), karena sesungguhnya ketiga dari mereka adalah syetan, kecuali adanya mahram? (HR Ahmad dan Bukhari Muslim, dari Amir bin Rabiah)
Dilema bagaimana menempatkan diri dalam dunia pergaulan agar kita
dapat diterima oleh lingkungan, dan keyakinan atau syariat islam pun tetap terjaga. Namun sebetulnya kaidah yang paling tepat dalam pergaulan, khususnya dengan lawan jenis, adalah pandai-pandai menempatkan diri dan menjaga hati. Usahakanlah untuk mengerti situasi kapan kita harus serius dan kapan harus santai, "think before you act" sangatlah penting.
TEEN DATING VIOLENCE & FAKTA
1. Satu dari 5 remaja putri Indonesia, mengalami kekerasan dalam masa berpacaran (riset JBDK –Press Release Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan, 8 April 2009)
2. Kekerasan dalam pacaran memang menempati urutan kedua dalam kasus kekerasan terhadap perempuan setelah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bahkan berdasarkan data dari Komnas Perempuan sejak tahun 2010 terjadi 1.000 kasus kekerasan dalam pacaran. Angka di lapangan mungkin diperkirakan akan lebih banyak lagi karena banyak korban yang belum berani melapor.
3. Ratusan Video Porno dihasilkan remaja Indonesia dalam kurun waktu 2001-2009. Korban terbesar 16-24 tahun.
4. Dua s.d.4 juta aborsi setiap tahun. 60 persen dilakukan kalangan remaja dan mahasiswa, adalah para remaja Putri yang direkam aktifitas seksualnya, justru oleh kekasihnya sendiri.
Jenjang umur para korban Dating Violence di kalangan remaja di usia 16-24 tahun.
Etika pergaulan dalam islam adalah, khususnya antara lelaki dan perempuan garis besarnya adalah.
1. Saling menjaga pandangan di antara laki-laki dan wanita, tidak boleh melihat aurat , tidak boleh memandang dengan nafsu dan tidak boleh melihat lawan jenis melebihi apa yang dibutuhkan. (An-Nur:30-31).
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". :An-Nuur: 30.
2. Sang wanita wajib memakai pakaian yang sesuai dengan syari'at, yaitu pakaian yang menutupi seluruh tubuh selain wajah, telapak tangan dan kaki (An-Nur:31)
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS:An-Nuur: 31.
3. Hendaknya bagi wanita untuk selalu menggunakan adab yang islami ketika bermu'amalah dengan lelaki,
4. Di waktu mengobrol hendaknya ia menjahui perkataan yang merayu dan menggoda (Al-Ahzab:32)
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik, QS:Al-Ahzab: 32.
5. Di waktu berjalan hendaknya wanita sesuai dengan apa yang tertulis di surat (An-Nur:31 & Al-Qashash:25).
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu´aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu´aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". QS:Al-Qashash: 25.
6. Tidak diperbolehkan adanya pertemuan lelaki dan perempuan tanpa disertai dengan muhrim.
Ciri-ciri Dating Violence : Adanya sebuah kesengajaan dari salah satu pihak/pasangan dating yang melakukan pemaksaan secara fisik, kekerasan seksual, dominasi secara psikis, melakukan sebuah ancaman atau penistaan terhadap pasangannya sendiri dan bertujuan akhir untuk mengambil keuntungan secara materi maupun non materi atas nama cinta yang sebenarnya adalah pola kekerasan yang berusaha ditutupi.
DATING VIOLENCE
1. Kekerasan Fisik : Perkosaan, Memukul, Melukai dan Membunuh
2. Mengumpat & Mempermalukan pasangan di depan umum.
3. Mengancam (ancaman putus atau ancaman membeberkan hal yang rahasia kepada umum)
4. Mengirim pesan SMS atau menelpon berkali-kali
5. Membatasi pergaulan dari sang pasangan
6. Memaksa pasangan untuk menuruti semua perintah dan mencoba mengisolasi pasangan dari keluarga, sekolah dan teman-teman.
7. Kecemburuan yang luar biasa
8. Tindakan Posesif yang kelewat batas
9. Menghambat semua cita-cita dan keinginan pasangan
10. Memaksa melakukan hubungan seks dengan cara merayu, merangsang dan memaksakan kehendak.
11. Memaksakan sesuatu yang justru membahayakan pasangannya (Narkoba, Penyiksaan, dsb)
MEMECAHKAN PROBLEM DATING VIOLENCE
1. Membuka saluran komunikasi antara orang tua dan anak remaja.
2. Memberikan pengertian kepada orang tua untuk turut serta/care terhadap aktifitas dating yang dilakukan putra-putrinya.
3. Perlunya pendidikan tentang Dating yang sehat dan DATING VIOLENCE
4. Membuat kerja sama pengawasan dengan pihak sekolah (Teen Dating Contract)
5. Menyebarluaskan kampanye Anti Dating Violence ke seluruh sekolah di seluruh Indonesia
6. Membuat remaja pro aktif menceritakan permasalah Dating kepada keluarga maupun guru di sekolah.
7. Membangkitkan kesadaran antar teman, untuk melindungi atau bersama-sama menyelesaikan masalah dating violence yang menimpa salah seorang teman.
8. Menjadikan wacana Dating Violence sebagai sebuah pembelajaran bersama bagi Orang tua, Remaja dan Sekolah
Hubungan berpacaran atau bertunangan yang sehat adalah hubungan yang terbuka, setara tidak ada yang mendominasi, saling mendukung, serta membuat individu berbahagia.
Jikalau kita orang ternyata termasuk ke dalam hubungan yang rentan dengan kekerasan dan masih ragu untuk memutuskan apakah hubungan harus diteruskan atau tidak, tanyakan hal-hal berikut ini kepada diri:
Apakah hubungan yang didasari cinta harus mendatangkan ketakutan pada diri kamu?
Apakah pasangan yang tidak dapat menjadi imam, membuat kita berpikiran terus membuat hati tidak tenang?
Apakah normal jika kamu terus menangis atau sedih karena perilaku yang dilakukan pasangan?
Apakah pantas jika pasangan membuatmu merasa rendah diri (misal: minta foto diri, yang bugil lagi)?
Apakah yang dilakukan pasangan merupakan perilaku yang didasari rasa cinta yang tulus dan suci?
Jika kebanyakan jawaban adalah TIDAK, maka kita orang tidak perlu khawatir untuk berhenti dalam hubungan berpacaran tersebut.
Ingat bahwa kita punya hak untuk menjadi bahagia dan kekerasan bukan hal yang pantas dilakukan di dalam sebuah hubungan berpacaran atau bertunangan.
Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan.
Sisi yang dijadikan pengenalan tak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting, misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang saksama, bukan cuma sekadar curi pandang atau melihat fotonya.
Islam telah mengajarkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung, bukan melalui media foto, lukisan, atau video. Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat.
Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan.
Sisi yang dijadikan pengenalan tak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting, misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang saksama, bukan cuma sekadar curi pandang atau melihat fotonya.
Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung, bukan melalui media foto (bukan foto bugil), lukisan, atau video.
Namun demikian, perlu kita perhatikan hadist Rasullulah SAW berikut ini.
“Sesungguhnya wanita itu ialah aurat, dan bila ia keluar dari rumah, maka syetan mengesankannnya nampak lebih cantik. Karenanya, wanita itu memiliki anggapan, “Tidaklah ada seorang lelakipun yang menyaksikanku melainkan ia terpesona denganku.” (Riwayat At Tirmizy dan At Thabrani)
Wallahu a’lam bish-Shawab.
“Wa ‘alaihis salam wa rahmatullah wa barakaatuh”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar