Senin, 22 Desember 2014

Tego Larane Ora Tego Patine.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarahkathu,
Betapapun besarnya kemarahan kita, janganlah sekali-kali kita berbuat yang dapat menyebabkan kerugian fatal bagi anggota keluarga kita dan saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air. "Tego Larane Ora Tego Patine"
Jikalau di antara saudara kita ada yang berbuat kesalahan besar terhadap kita, kita boleh marah, justru jikalau perlu kita boleh memukul atau menendang saudara kita tadi sampai ia merasa kesakitan.
Akan tetapi betapapun besarnya kemarahan kita, sekali-kali janganlah hendaknya kita orang berbuat sesuatu yang menyebabkan saudara kita terluka, apalagi sampai meninggal dunia.
Apabila kita cermati secara seksama ternyata kita orang telah diperingatkan Allah dalam surat Al-Baqarah berikut ini.
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَ أَنْفُسَكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya". QS.2. Al-Baqarah, 84.
Ini dia pengekangan manajemen pengendalian diri demi kerukunan, keutuhan keluarga dan demi kerukunan keutuhan dan persatuan bangsa.
Jikalau saja dalam negara kita terdapat suku bangsa yang berbuat tidak baik, kita boleh marah, kalau perlu kita orang boleh mengajukan protes keras, tetapi janganlah sekali-kali kita melakukan tindakan yang dapat berakibat fatal bagi suku bangsa kita, sebab tindakan kita yang dendam kelewat batas dapat merusak kesatuan dan persatuan bangsa.
Telah diingatkan kita dalam surat-Nya di Al-Hijr, berikut ini.
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
"Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan". QS. 15. Al-Hijr, 47.
Saudara kita tentu dekat di hati selalu, senasib sepenanggungan, seringnya duduk berhadapan bahkan satu dipan. Kita semua mempunyai saudara, alangkah bahagia pabila tak ada musibah yang diujikan.
Saudara, sahabat lebih dekat lagi, adalah semua pihak yang selalu bergaul dengan rapat dengan kita, terdapat hubungan saling mencintai dan saling membutuhkannya, terdapat tindakan saling memberi dan menerima bantuan moril maupun materiil.
Kebahagiaan kita adalah kebahagiaan saudara kita, kebahagiaan saudara kita adalah kebahagiaan kita.
Tetapi di balik segi yang positif, dalam pergaulan di antara kita saudara terdapat segi negatif, yaitu pertentangan kepentingan, kontroversi, perbedaan pendapat, perselisihan.
Kalau kita orang tidak dapat mengekang membatasi diri, berlaku waspada lagi sabar diri, segi negatif tadi dapat memicu perpecahan di antara kita bersaudara.
Untuk itu, adanya perselisihan, pertentangan, beda pendapat di antara kita saudara harus segera dapat kita selesaikan secara baik.
Jikalau sampai terpaksa menggunakan kekerasan, lebih baik tidak sampai menimbulkan kerugian fatal atau bahkan menyebabkan saudara kita terluka bahkan sampai menyebabkan kematian saudara kita. Sebab kerugian atau kematian saudara kita itu pada hakekatnya menimpa dan merugikan kita sendiri.
Kita orang yang mengaku beriman, sesungguhnya mustahil jika tak dapat menjaga hubungan tali silaturahmi di antara kita saudara? Peringatan untuk menjaga hubungan persaudaraan, dan selalu memperbaiki silaturahmi telah tersirat dalam surat Al-Hujuraat berikut.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat". QS. 49.Al-Hujuraat, 10.
Semua orang dapat saja marah? dan semua orang pernah marah. Akan tetapi, di antara kita yang mudah marah, ada yang dapat mengekang diri, 'adap asor' rendah hati.
Kita orang yang tidak dapat mengekang diri biasanya bersikap emosional, merasa paling super, mudah jumawa alias sombong atau riya', suka menyakiti melukai perasaan meskipun tanpa disadarinya.
Ya Allah ya Rabbalalamin, jauhkan kami dan saudara sahabatku dari sifat buruk sangka, jauhkan dari sikap emosional, jauhkan dari sikap mudah marah, tidak mudah riya' apalagi sombong yang tidak Engkau sukai ya Allah, berikan kami sikap yang sabar mudah memaklumi lagi memaafkan maupun mudah meminta maaf. Teguhkan ketaqwaan dan keimanan kami beserta saudaraku, lindungilah kami dari hasutan syaitan. Jika sudah demikian ya Allah jauhkan dari musibah meskipun itu sebagai ujian untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada-Mu ya Allah. Aamiin ya Rabbal alamin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar