Rabu, 13 Mei 2015

Menjauhkan diri dari ‘Takhalli; menuju ‘Tahalli' ridha serta istiqomah menuju 'Tajalli' yaitu kenyataan yang Allah berikan.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba'du,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sebagai manusia mahluk yang lemah mari kita berupaya membersihkan sifat-sifat kita yang tercela.
‘Takhalli’ merupakan cara bagaimana kita dapat membersihkan diri dari sifat-sifat tercela. Sebut saja kita sebagai manusia masih juga suka pamer atau Riya’, masih juga suka Tafahur atau bangga diri, kita suka Khianat atau munafik, kita suka Kidzib atau dusta, kita masih suka hasad atau iri hati, kita masih suka ghibah atau pengumpat, suka Haqad yaitu dengki atau benci, suka Ghadab atau pemarah, kita yang suka Suudzon atau buruk sangka, kita yang suka Hubul Maal atau kebendaan, kita yang suka Kibir yaitu sombong, kita yang masih Bukhul atau kikir, kita yang merasa Ujub merasa sempurna diri.
Seyogyanya kita selalu berpijak pada “benering bener” (kebenaran sejati). Biasakan berdialog dengan nurani kita, dalam hening (tenang) dan hening (mengosongkan fikiran) mari kita simak firman Allah tentang hukum baik buruk, boleh tidak boleh, mulia tidak mulia, terpuji dan tidak terpuji.
Untuk itu mari kita lihat Qur’an Surat An-Nahl : 90 disampaikan sifat-sifat terpuji, yaitu:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. QS: An-Nahl : 90.
‘TAHALLI’ sebaiknya kita orang mengisi diri dengan sifat-sifat terpuji. Kita sebagai manusia perlu lebih Tawakkal, selalu berTaubat, mencari jalan yang Ridha, bersikap dan bertindak apalagi beribadah dengan Ihlas, selalu berSyukur meskipun diberi cobaan atau sakit, berupaya untuk berSabar pada setiap godaan maupun musibah, bersikap Zuhud, dilingkupi Khauf atau berTaqwa pada Allah sang Pencipta.
Kisah perjuangan dari upaya menghilangkan dan menjauhkan diri dari ‘Takhalli; bagaimana cara kita dapat membersihkan diri dari sifat-sifat tercela menuju ‘Tahalli’ yaitu sebaiknya kita orang mengisi diri dengan sifat-sifat terpuji, secara ridha serta istiqomah guna menuju 'Tajalli' yaitu kenyataan yang Allah berikan.
Mari kita lihat Q.S. An-Nuur (24) : 25 Jalan Menempuh 'Tajalli':
يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ
Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya). QS: An-Nuur :25.
Bersikap dan berperilaku ‘TAHALLI’ sebaik-baiknya kita menjadi manusia supaya dapat mengisi diri dengan sifat-sifat terpuji dalam hidup kita.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. QS:Al-Baqarah : 264.
Filosofi yang sangat mendasar, yang akan membuat hidup kita menjadi kehidupan yang lebih indah, tanpa merendahkan orang lain, kehidupan yang diisi dengan sikap-sikap kesatria, kehidupan yang jauh dari keserakahan, loba, takabur, loba’, tamak, rakus, dan ambisius, Insya Allah.
Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar