Rabu, 27 Mei 2015

Syafa'at adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba'du,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hendaknya kita manusia meminta syafa’at hanya kepada Allah SWT.
Karena hanya Allah-lah yang memiliki syafa’at.
Barangsiapa yang meminta syafa’at kepada selain Allah, pada hakekatnya kita telah berdo’a kepada selain Allah. Ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan, meskipun kita meminta kepada Nabi shalallhu ‘alaihi wa sallam.
Syafa'at adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain.
Syafaat disebutkan pertama kali dalam Al-Qur'an adalah pada QS.AL-Baqarah ayat 48.
وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa´at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. QS: Al-Baqarah: 48.
Dalam ayat tersebut terdapat perintah Allah kepada Bani Israil untuk bertaqwa dengan alasan di akhirat nanti tidak akan ada syafaat (pertolongan) dari siapapun kecuali amal manusia masing-masing.
Syafa’at hakikatnya adalah do’a, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan.
Atau dengan kata lain syafa’at adalah memintakan kepada Allah di akhirat untuk kepentingan orang lain.
Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta do’a, sehingga permasalahan syafa’at ialah sama dengan do’a.
Syafa’at hakikatnya adalah do’a, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan.
Syafa’at adalah memintakan kepada Allah di akhirat untuk kepentingan orang lain.
Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta do’a, sehingga permasalahan syafa’at ialah sama dengan do’a.
Syafa’at hanya milik Allah dan Nabi tidak bisa memberikan syafa’at tanpa ridho dan izin dari-Nya.
Sehingga, tidak boleh meminta syafa’at kepada makhluk, termasuk kepada Nabi sekalipun.
Meminta syafa’at adalah termasuk doa permintaan.
Seseorang yang meminta syafa’at kepada selain Allah berarti dia telah berdoa kepada selain Allah.
Doa adalah ibadah yang harus ditujukan kepada Allah dan tidak boleh ditujukan kepada selain-Nya. Barang siapa yang beribadah kepada selain Allah dia telah melakukan syirik akbar. Demikian pula bagi orang yang meminta syafaat kepada selain Allah dia telah berbuat syirik akbar. (Lihat Syarhu al Qowaaidil Arba’, Syaikh Sholeh Alu Syaikh).
Mari kita cermati firman Allah SWT tentang syafa’at berikut ini,
قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Katakanlah: "Hanya kepunyaan Allah syafa´at itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan" QS: Az-Zumar: 44.
Ayat Az-Zumar 44 tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa syafa’at segenap seluruh macamnya itu hanya milik Allah semata.
Allah kemudian memberikan kepada sebagian hamba-Nya untuk memberikan syafa’at kepada sebagian hamba yang lainnya dengan tujuan untuk memuliakan menampakkan kedudukannya pemberi syafa’at dibanding yang disyafa’ati serta memberikan keutamaan dan karunia-Nya kepada yang disyafa’ati untuk bisa mendapatkan kenikmatan yang lebih baik atau kebebasan dari adzab-Nya.
Dikarenakan Allah Maha Mengetahui, untuk itu marilah kita perhatikan firman Allah dalam surat Al Anbiyaa 28 berikut ini.
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa´at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. QS: Al-Anbiyaa: 28.
dan firman Allah yang kita cermati berikut dapat kita ketahui bila syafaa’at kita tidak berguna,
وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ
Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa´at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). QS: An-Najm: 26.
Dan juga mari kita cermati bersama firman-Nya berikut ini tentang perbuatan syiri’ yang dapat tidak kita sadari,
قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ
Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. QS:Saba' : 22.
Orang yang memberi syafa’at dan orang yang diberi syafa’at itupun bukan sembarang orang.
Syafa’at hanya terjadi jika ada izin Allah kepada orang yang memberi syafa’at untuk memberi syafa’at dan ridha Allah kepada pemberi syafa’at dan yang disyafa’ati.
وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
Dan tiadalah berguna syafa´at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa´at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar", dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. QS:Saba': 23.
Lebih baik kita orang tidak terjebak untuk meminta syafa’at langsung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bukan berarti kita mengingkari adanya syafa’at beliau. Tetapi syafa’at hanyalah milik Allah.
Bagaimana Allah hendak memberikan syafa’at-Nya kepada seseorang sementara dia berbuat syiri' dengan meminta syafa’at kepada Nabi?
Syafa’at adalah milik Allah, jika kita meminta kepada Allah hukumnya disyariatkan, yaitu meminta kepada Allah agar para pemberi syafa’at diizinkan untuk mensyafa’ati di akhirat nanti.
“Ya Allah, jadikanlah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pemberi syafa’at bagiku. Dan janganlah engkau haramkan atasku syafa’atnya”.
Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar