Kamis, 11 Juni 2015

Dzikir akan meningkatkan kualitas takwa seorang hamba

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba'du,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dzikir akan meningkatkan kualitas takwa seorang hamba.
Dzikir adalah ketenangan sekaligus cahaya yang meronakan hati.
Memperbanyak berdzikir kepada Allah adalah juga benteng seorang muslim dari sifat munafik.
Termasuk ciri-ciri orang munafik adalah menyedikitkan berdzikir.
Allah berfirman tentang orang-orang munafik.
وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا
“Mereka tidak berdzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit.” QS An-Nisa’: 142
Ka’ab bertutur:
من أكثر ذكر الله برئ من النفاق
“Siapa yang memperbanyak dzikir kepada Allah maka ia terlepas dari kemunafikan.” Dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wal Adzkar Jilid 1 karya syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahullah. Penerbit Dar Ibn ‘Affan, hal 24.
Oleh karena itu, di bagian akhir surat Al-Munafiqun, Allah mengungkapkan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” QS Al-Munafiqun: 9
Lisan pun merupakan piranti taqwa kita pada Allah SWT.
Jika seseorang merutinkan dzikir pagi dan petang, membaca do’a dan dzikir nabawiy pada kondisi atau situasi yang memang dianjurkan untuk berdo’a dan berdzikir, mengucapkan kata-kata yang baik dan menahan diri dari ungkapan yang tak pantas maka sejatinya ia sedang menyempurnakan komponen taqwa dan menjaga kesehatan kita.
Lihatlah mereka yang tawadhu’ dan lisannya basah lidahnya bersenam bergerak terus dengan rinai-rinai do’a dan dzikir, kan didapati keteduhannya di wajahnya dan kelembutan hatinya sehat akalnya.
Dalam dada mereka sedang bertandang musim semi yang menyemikan rasa dan kebahagiaan spesial yang tak akan pernah tergambarkan dan terwakili oleh ungkapan kebahagiaan manapun.
Ternyata berdzkir merupakan senam lidah yang dapat mencegah alzeimer atau kehilangan ingatan alias pikun. Konon dari penelitian ilmu kedokteran, syaraf lidah berhubungan dengan otak besar, saat badan kita menjadi tua dan lemah, tanda2 yg muncul terlebih dahulu adalah lidah menjadi kaku.
Jika kita orang sering kali menggerakan lidah dengan senam lidah, akan menstimulasi atau memberi kejutan positif otak besar, mencegah otak mengecil, dan mencapai tujuan kita menyehatkan tubuh kita.
Apalagi kita lebih sering berdzikir dengan la ilaha illa Allah maknanya la ma’buda bihaqq illa Allah, tiada sesembahan yang haq kecuali Allah.
Biasakanlah kita orang selalu berdzikir dengan kalimat La Ilaha Illa Allah, sebelum dipanggil-Nya.
Dzikir akan meningkatkan kualitas takwa seorang hamba.
Dengan mutiara “Al-Furqaan” yang cahayanya berkemilau, bertambahlah kemampuan kita untuk membedakan yang haq dan bathil, bertambahlah hidayah yang Allah kucurkan dan terkikislah kesesatan.
Allah menegaskan mutiara “Al-Furqaan” dalam Al-Qur’an.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu “furqaan” dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” QS Al-Anfal: 29
Agar terbiasa berdzikir, agar mudah ditalqin, bila sudah biasa berdzikir harapannya dapat mengucapkan sendiri tanpa ditalqin saat sakratul maut menjemput kita. In sha ‘ Allah ( ان شاء الله ).
Kita orang apabila menuntun seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat syahadat Laa Ilaaha Illa Allah dinamakan Mentalqin.
Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illa Allah, wallahu akbar.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar