Selasa, 24 Mei 2011

Pererat Tali Silaturahmi



Assalamu'alaikum Wr Wb,
Mari Bersilaturahmi

Menghubungkan silaturrahim, adalah amalan yang meningkatkan iman di dalam sesuatu kaum.

Silaturahmi, tidak hanya membatasi sekadar saling bersalaman, menyentuhkan tangan, atau permohonan maaf. Tetapi suatu kekuatan mental dan kemampuan yang tinggi dari hati manusia. Hal ini sesuai dengan asal kata “silaturahmi” itu sendiri, yaitu shilat atau washi, yang berarti “menyambungkan” atau “menghimpun” dan “Arrahiim” yang berarti kasih sayang.

Pengertian “menyambungkan” adalah suatu proses aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda, “Yang disebut silaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu adalah menyambungkan apa yang terputus.” (HR Bukhari)

Karena itu, adalah teramat penting bagi kita, tidak hanya merekayasa gerak-gerik tubuh di dalam bersilaturahmi tersebut, namun haruslah benar-benar bersungguh-sungguh menata hati agar kita mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu dari apa yang dilakukan orang terhadap kita.

Pada suatu kesempatan Rasulullah SAW memberikan taushiyah kepada para sahabatnya, “Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan dari Allah,” ungkap Rasulullah. Sahabat bertanya: “ Apakah yang dimaksud itu ya Rasulullah?”

Rasulullah SAW kemudian menjawab: “Yaitu hendaknya kalian suka menghubungkan tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskan engkau, memberikan sesuatu (hadiah) kepada orang yang tidak pernah memberi sesuatu kepada engkau, dan hendaknya engkau bersabar kepada orang yang menganggap engkau bodoh.” 
(HR Hakim)

Allah Maha Tahu akan segala kebutuhan, harapan, dan keinginan kita. Bahkan Allah pemilik segala yang kita inginkan. Dia-lah penentu segala kejadian
yang terbaik bagi dunia maupun akhirat kita. Allah pun tahu persis segala sesuatu yang akan membinasakan dunia dan akhirat kita.

Allah Maha Gagah, Pelindung Yang Maha Sempurna. Jikalau Allah berkehendak   melindungi makhluk-Nya, maka tidak ada sesuatu pun yang menganiayanya kendati bergabung seisi alam ini untuk melakukan sesuatu. Orang yang disayangi Allah, sempurnalah kebahagiaannya. Semua kebutuhannya terpenuhi, kesulitan akan diberi jalan keluar, bahkan akan dibela dari segala yang mengancamnya dengan pembelaan yang pasti sangat memuaskan.

Silaturahmi yang kita laksanakan  bukan karena mengharapkan imbalan dari makhluk. Bahkan berharap pujian dan penghargaan, juga bukan karena mendambakan agar merekapun menyambungkan tali silaturahmi sebagaimana yang telah kita lakukan. Melainkan dilakukan semata-mata agar kita disayangi oleh Allah Azza waa Jalla. Dzat yang Maha Agung, Maha Hebat, Maha Suci, dan Maha Mulia.

Sambungkan tali silaturahmi, hanya dengan jalinan silaturahmi yang erat, umat Islam akan menjadi kuat. 
Wallahu a’lam bish-shawab.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar