Senin, 01 Desember 2014

Kebutuhan dan keinginan


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarahkathu,

'Untuk mencapai kebahagiaan, lebih baik membatasi keinginan dari pada memanjakan diri'.
'Kebahagiaan dan ketenangan dapat diraih bukan dengan simbol keduniawian, tapi ia teraih melalui kefitrian batin, kesucian jiwa dalam memegang kendali amanah yang diberikan Allah SWT'.
Kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda, bukan?
Setiap orang, setiap manusia dapat memiliki kategorisasi kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda.
Manusia sebagai mahluk sosial yang dilengkapi rangkaian nafsu, tentu akan selalu ada saja keinginan di samping kebutuhan pokoknya untuk menapaki kehidupan.
Tak dapat dipungkiri, akan menjadi sia-sia harta yang diraih lewat cara kotor lagi julik, karena akan menimbulkan penderitaan serta kesengsaraan sesudahnya.
Akan sia-sialah pangkat kedudukan yang diraih dengan cara kotor dan licik, karena akan menunai buah ketidaktenangan di ujungnya.
Kekurangan yang diterima apa adanya dan kondisi hidup yang disyukuri, akan lebih menjanjikan ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan dengan semakin mendekatkan diri, berdzikir pada Allah SWT.
Rasa syukur dan kesahajaan, kejujuran, ketulusan dalam meraih menggapai kebutuhan maupun keinginan untuk mencapai kebahagiaan, ketentraman dan ketenangan sesungguhnya telah ada penjelasannya secara tegas dalam Ar-Ra'd : 28 berikut ini.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". QS; Ar-Ra'ad. 28.
Dengan dzikir, menambah ibadah sunnah akan dapat selalu ingat dan semakin dekat pada Allah yang senantiasa mengawasi.
Apapun yang kita nikmati, hanya dari-Nya, semua hal yang kIta dapatkan, kebahagiaan, kesenangan, kesedihan hanya dari Allah SWT, karenanya itu kita tak perlu takabur sombong 'ojo dumeh' lalu lupa diri, ' lali anak, lali putu, lali tonggo, lali konco',
Lebih baik mari kita berlindung, bersujud, bertobat, berdzikir pada-Nya dari segala keinginan sebelum 'keblinger' salah 'kaprah' salah arah, tersesat di jalan syaitan yang terkutuk.
Mari kita cermati dengan seksama kandungan arti dan makna secara mendalam firman-Nya di Ad-Dukhaan : 20 berikut ini.
وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَنْ تَرْجُمُونِ
"Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku" QS; 44. Ad-Dukhaan. 20.
Semoga Allah SWT, memberi kekuatan untuk kita amalkan, dan dapat bermanfaat serta bisa kita ambil hikmahnya. Aamiin ya Rabbal' alamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar