Minggu, 22 Februari 2015

‘Ihsan’ احسان

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba'du,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
‘Ihsan’ احسان itu mempunyai banyak arti, namun hakekatnya mencakup segala sikap pribadi yang dapat dirasakan menyenangkan dan mengikat hati baik dalam lingkungan rumah tangga, maupun dalam masyarakat dan negara.
Karena itu ‘ihsan’ merupakan suatu sikap yang baik dan perbuatan baik dalam segala sesuatu pada saat apa pun.
وفى حديث جبريل عليه السلام (ما الاحسان قال أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك قال صدقت) وذكر الحديث.خرجه مسلم.
Artinya: … engkau sembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, namun jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka Dia (Allah) melihat kamu …
Pelajaran yang dapat diambil dari hadist di atas adalah jika sikap itu dapat dimiliki seseorang maka sikap itu merupakan dasar dan pupuk untuk lahirnya sikap dan perbuatan kita orang baik dalam kehidupan sehari-hari dalam pergaulan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ihsan adalah lawan dari isa'ah (berbuat kejelekan), yaitu seorang manusia mencurahkan kebaikan dan menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain. Mencurahkan kebaikan kepada hamba-hamba Allah dengan harta, ilmu, kedudukan dan badannya.
Bukankah yang terjadi di negeri kita akhir-akhir ini mengarah pada perbuatan isa’ah untuk berbuat kejelekan, saling menyalahkan, saling memfitnah, saling menjatuhkan, berebut kekuasaan, saling menzdolimi serta merta dengan perbuatan korupsi yang merajalela?
Masing-masing penegak hukum kita tentu memiliki kewenangan hukum masing-masing, yang patut kita hormati, penegakan hukum seharusnya tidak pandang bulu.
Contoh telah termuat dalam Al-Qur’an surat at-Taubah:100 yang menyatakan.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik (ihsan), Allah ridla kepada mereka dan mereka pun ridla kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang agung. QS.9 at-Taubah: 100.
As-Sabiqun al-Awwalun yang maksud adalah:
1. Muhajirin: Kalangan keluarga Rasulullah saw adalah Siti Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah. Luar keluarga adalah Abu Bakar ash-shiddiq, di samping itu para sahabat yang dijamin masuk surga.
2. Kalangan Anshar adalah penduduk Madinah yang telah berikrar setia kepada Nabi di Aqabah (Mina), yaitu pertama, pada tahun ke-11 kenabian berjumlah 7 orang, kedua, pada ke-12 kenabian di tempat yang sama berjumlah 72 orang (70 laki-laki dan 2 perempuan), baru yang lainnya setelah mendengar bacaan Al-Qur’an yang dibaca Abu Zarrah Mus’ab bin Umar bin Hasyim.
3. Orang-orang yang telah mengikuti kaum as-Sabiqun al-Awwalun itu dengan baik ialah mereka yang ikut berhijrah ke Madinah dan berjuang menegakkan agama Islam; atau mereka yang membuktikan kebaikan mereka dalam perbuatan dan perkataan setelah mendapat bimbingan dan pelajaran dari para sahabat (as-Sabiqun al-Awwalun), yang merupakan pemimpin yang diikuti dan dijadikan suri tauladan dalam tingkah laku, perbuatan, ucapan dan perjuangan menegakkan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala (setelah Rasulullah saw wafat); atau orang-orang yang mengikuti mereka dalam ketaatan dan ketaqwaan sampai hari kiamat.
Berkaitan dengan perbuatan manusia. Orang yang berbuat salah dan keliru pada hakekatnya masih dalam batas-batas kewajaran sebagai manusia. Namun di antara ukuran ‘ihsan’ adalah bila orang itu kemudian merasa sedih atau menyesal atas kesalahan atau kekeliruannya itu, lalu bertaubat dan memperbaiki diri (berbuat baik). Dan dia pun akan merasa senang apabila telah dapat berbuat baik.
Sebaiknya kita melihat permasalahan kegaduhan situasi politik hukum saat ini menunjukkan kepastian hukum kita masih bermasalah dan berdampak terhadap investor yang membutuhkan kenyamanan berinvestasi, melihatnya tidak secara emosional, namun secara proposional, jelas masih banyak kekurangan institusi penegak hukum kita tetapi jelas menyudutkan mereka bahkan menempatkan mereka juga salah.
Pembentukan lembaga pemberantas kosupsi dikarenakan ketidakmampuan dan diragukannya independensi institusi yang ada dalam menangangi kasus korupsi dan juga indikasi korupsi dalam tubuh kedua intitusi itu sendiri, tetapi cita-citanya bangsa ini kedepannya adalah adanya lembaga pemberantas korupsi yang profesional dan bersih.
Dalam mengajak berbuat baik, dalam konteks memberantas korupsi lebih baik kita simak secara cermat Sabda Rasulullah SAW berikut ini.
من سرته حسناته و سائته سيئاته فذلك هوالمؤمن ---رواه مسلم
“Barangsiapa merasa gembira berkat kebaikan-kebaikannya, serta merasa sedih akibat kejahatan-kejahatannya (keburukan-keburukannya). Itu pertanda bahwa dia adalah orang beriman (HR. Muslim).
Agar kita kaum muslimin suka berbuat ihsan, karena ihsan adalah sarana yang paling berfaedah bagi keutamaan dan keluhuran budi serta menanam benih-benihnya ke dalam jiwa, disamping secara fitri manusia dalam kehidupannya diperlukan adanya saling berbuat ihsan satu terhadap yang lain.
Oleh karena itu Almuhsinun (orang-orang yang muhsin) dalam pandangan Allah adalah sebagai kekasih-kekasih-Nya. Difirman oleh Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya.
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. QS:Al-Baqarah 195.
Bagaimanapun hubungan seorang insan dengan Tuhannya, tanpa disertai ihsan, maka hubungannya itu tetap dalam keadaan goyah.
Allah berfirman yang artinya : “dan Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang Dia orang yang berbuat ihsan, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh”. (Luqman : 22)
Anjuran untuk berbuat ihsan meliputi pelbagai hal Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah mengharuskan berbuat ihsan dalam pelbagai hal, oleh karena itu, apabila kamu membunuh maka berbuatlah ihsan dalam melakukannya, dan apabila kamu menyembelih maka berbuatlah ihsan dalam melakukannya, dan tajamkanlah pisaunya serta lakukanlah dengan baik”(HR. Muslim)
Dalam hal kita orang selagi berbuat ihsan terhadap orang yang bersalah, telah difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya :
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. QS:Fushshilat 34.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar