Jumat, 05 Agustus 2016

Tasawuf (Tasawwuf) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba'du,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apa itu jiwa yang suci?

Bagaimana kita mensucikan jiwa?

Perlulah kita dalam menapaki kehidupan mengetahui ilmu bagaimana cara mensucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi.

الخلق عادة الإرادة

Khuluq (akhlaq) adalah membiasakan kehendak, menurut Ahmad Amin jelas menampakkan unsur yang mendorong terjadinya akhlaq yaitu ? adah: kebiasaan dan iradah.

Akhlaq mempunyai standar ajaran yang bersumber kepada al-Quran dan Sunnah Rasul.

Etika berstandar kepada akal pikiran, sedangkan moral bersumber kepada adat kebiasaan yang umum berlaku di masyarakat.

Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam.
“Shifa” artinya ‘suci bersih’, ibarat kilat kaca, merupakan asal kata TASAWWUF.

Orang arab menyebut “Tasauf” berarti membersihkan hati. Bahasa Yunani “theosofie”

Perkataan ”shuf”, artinya bulu binatang sebab orang yang memasuki tasawwuf itu memakai baju bulu binatang, karena benci dengan pakaian yang indah-indah, pakaian orang di dunia, sebagai lambang akan kerendahan hati mereka, juga menghindari sikap sombong, serta meninggalkan usaha-usaha yang bersifat duniawi.

Orang yang berpakaian bulu domba disebut “ mutashawwif ”, sedangkan perilakunya disebut “tasawuf”.

Tasawuf (Tasawwuf) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi.

فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح

فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح

Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. (Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47).

Kita yang hendak merbersihkan hati, dari penyakit hati; seperti daya upaya memantapkan keihklasan hati, itu adalah hasil dari syahadat.

Kita orang, yang ingin mengetahui isi agama Islam agar dapat bermakrifat kepada Allah Ta’ala dan dapat diterima ibadahnya, maka wajib mempelajari ilmu Tauhid dan Fiqih. Juga orang yang ingin mensucikan diri dari penyakit hati, maka wajib belajar Ilmu ‘Tasawwuf’.

Syahadat itu pokok dari Tasawwuf dan syahadatain merupakan itu sebagai pokok tasawwuf.

Menetapkan dengan yakin perihal adanya Allah SWT, serta berdirinya dengan dzat-Nya sendiri.

Perihal sifat Allah SWT, tentang, Iradah (menentukan sendiri) serta Maha Kuasa, serta Maha Esa-Nya.

Menetapkan bahwa semua perbuatan Allah Ta’ala (af’al), adalah dengan iradat-Nya sendiri Menetapkan kebenaran Rasulullah SAW.

Menetapkan semua itu meyakini didalam hati serta mengamalkan dengan anggota badan, tanpa keraguan dan dengan keyakinan.

Tasawwuf itu suatu kesucian hati dan melaksanakan keimanan kepada Allah Ta’ala sesuai firman-Nya.

Dalam rukun syahadat, makna penetapannya.

ؤبماقل للة باللة امنب

“Amantu billaahi wa bimaa qaalallah”

Saya beriman kepada Allah dan apa-apa yang difirmankan oleh Allah.

Demikian pula dengan syahadat rasul yang disabdakan Rasul junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

امنة بارثؤل ؤبما قال الرسؤل

Amantu birrasuli wa bimma qaalar rasuul.

Saya beriman kepada Rasul dan apa yang disabdakan rasuul.

Sepeti Sabda Rasulullah Muhammad SAW antara lain:

ان اؤل مايخا سب بح العبد بصلاثة فاءن صلحت فقند افلح ؤاء ن قفس فقد خاب ؤ خسر

Inna awwala maa yuhasabubihil‘abdu bishalatihi fa’innshaluhat faqqad aflaha fain’fasadat faqqad’ haba wakhasir.

Sesungguhnya yang pertama kali dihisab seorang hamba adalah shalatnya, maka jika baik shalatnya ia telah beruntung dan berhasil dan jika rusak (shalatnya) maka ia celaka dan rugi.
Tiga pokok keimanan kita, yaitu.

Ilahiyyat (keimanan berhubungan dengan iman اkepada Allah Ta’ala).
Nabawiyyat (Keimanan yang ada hubungannya dengan kepada Nabi Alaiihimus-Shalatu wassalam).

Sam’iyyat (Keimanan yang berhubungan dengan apa-apa yang didengar dari firman Allah swt, serta sabda Rasulullah saw.

Syahadat itu pokok Tasawuuf disebabkan

Nabi Muhammad.saw itu adalah pembesarnya ahli tasawwuf, seluruh ahli tasawwuf berdaya-upaya kepada kesucian hati, menjauhkan sifat-kotor.

Apabila manusia sudah semantap-mantapnya terhadap ke-Esaan Allah Ta’ala serta meyakinkan semantap-mantapnya kepada kebenaran diutusnya Nabi Muhammad SAW, maka akan tumbuh dihatinya rasa (takut kepada llah), dan akan menjadikan Rasululah sebagai Suri Tauladannya, sehingga mengikuti ajaran yang disampaikan melalui beliau sebagai utusan Allah’ dapat dimaklumi serta diketahui segala perkara perlu dikaji menurut kebutuhan masing-masing, dinamakan dengan Ilmu, artinya perantaraan.

Dalam sabdanya Rasulullah SAW, Bahwa Ilmu itu yang lebih utama, dan lebih mulia, jadi menuntut/mencari ilmu terutama ilmu Tauhid itu wajib bagi umat Islam.

Sabda Rasulullah SAW:

العلمؤامامؤالعمل ؤالعمل تبعة

Al’Ilmu imaamul ‘amali, wal amalu taabi’uhuu, artinya :
Ilmu adalah pemuka amal, dan amal adalah pengikut ilmu tersebut.
Sesungguhnya landasan normatif tasyawwuf adalah Alquran, seperti yang dinyatakan dalam Firman-Nya.

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ إِنَّ اللّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui." QS. Al-Baqoroh:115.
Demikian juga halnya dengan Al-Hadits, diantara sekian banyak Hadits Rasul yang menjelaskan tentang nilai-nilai spiritual.

Dalam Al-Qur’an di firmankan : manakah diantara rezeki baik yang telah kami berikan padamu.
Dan dalam sebuah hadits : “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya dan bekerjalah untuk aktivitas mu seakan-akan kamu akan mati esok hari”. Maksud Nabi Muhammas SAW ialah beliau ingin memberi suri teladan untuk manusia tentang ketangguhan yang tidak mengenal lemah.

Bahwa kita hidup di dunia adalah suatu perjalanan, tujuan kita adalah akhirat. Namun, persiapan bekal untuk akhirat, tidak menutup kita untuk mempersiapkan bekal dalam perjalanan hidup di dunia ini untuk diri sendiri dan keluarga. Rasulullah pernah mengingatkan kita untuk bisa menyeimbangkan antara keduanya. “Bekerjalah untuk duniamu, seakan-akan kau akan hidup selamanya. Dan beramal buat akhiratmu, seakan-akan kau akan menemui ajal esok pagi.”

Dalam konteks ini, kita tidak hendak membahas ilmu hadits, karena penjelasan ulama’ mengenai status ”hadits” tentang ini sudah cukup jelas, yaitu bukan sabda Nabi SAW. (tolong dapat saudara baca di assilsilah adh-dha’ifah Albani atau hadits-hadist bermasalah Prof Ali Mustafa ya’kub).
Tetapi yang mau di lihat disini adalah makna dari ungkapan diatas. Walaupun bukan ungkapan Nabi, belum tentu juga ungkapan tersebut akan bermakna batil. Ungkapan tersebut juga tercantum dalam kitab Tanbihul Ghafilin, yang ditulis oleh seorang yang alim (Al-Faqih As-Samarqandi). Ungkapan ini digunakan untuk mengatakan bahwa seorang muslim harus mampu mencari nafkah.

Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh,


Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT sehingga bisa mengerjakan perbuatan baik dan menjauhi kemungkaran serta mengajarkannya kepada orang lain.

Wallahu a'lam bishshawab,

Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar