Senin, 27 Oktober 2014

Selamat 1 Muharram

Bismillahirrahmanirrahim
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم .
Assalamu'alaikum Wr Wb,
Selamat 1 Muharram .
Muharram محرم, bulan pertama penanggalan Hijriyah, 'diharamkan' atau 'dipantang', dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah.
Damai Indonesiaku, damai tetanggaku, damai keluargaku!
Kita manusia sebaiknya, di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh mengobarkan api peperangan jika tidak diperangi terlebih dahulu.
Kenapa tidak hidup saling hormat menghormati, mudah memberi maaf, mohon maaf dan memaknai Muharam dengan spirit penuh perdamaian dan kerukunan? Momentumnya dengan mengambil makna khutbah haji 'wada'-yang juga di bulan haram, Muhammad SAW berpesan pada kita agar tidak saling bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lain.
Kita dapat lakukan ‘ntuk menghidupkan waktu terutama di malam hari dengan banyak sholat malam, berzikir dan bermuhasabah, bersyukur dan bertaubat mohon ampun selagi masih bisa. Siang banyak berbuat kebajikan dan malam tidak dihabiskan dengan tidur.
آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ
كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar”. QS:51 Adz-Dzaariyat: 16,17,18.
Esensi dari spirit Muharam, pengendalian diri demi terciptanya kedamaian dan ketenteraman hidup, damai Indonesiaku baik secara fisik, sosial, maupun spiritual.
Dianjurkan untuk berpuasa sunah: Asyura (puasa pada hari kesepuluh di bulan ini).
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الصيام بعد رمضان ، شهر الله المحرم
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam. Dan, shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim).
Ibnu Abbas berkata, “Aku tak melihat Rasulullah SAW mengintensifkan puasanya selain Ramadhan, kecuali puasa Asyura.” (HR Bukhari). Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Nabi SAW bersabda, “Puasa Asyura itu dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.” (HR Muslim).
Melalui puasa sunah itulah, kita dilatih dan dibiasakan untuk dapat menahan diri agar tidak mudah dipengaruhi oleh hawa nafsu, termasuk nafsu dendam dan amarah, serakah, tama', loba' sehingga perdamaian dan ketenteraman hidup dapat diwujudkan dalam pluralitas berbangsa dan bernegara di era Indonesia baru dengan para pemimpin yang serba baru dilantik.
Puasa sunah di bulan Muharam menjadi momentum islah bagi semua pihak. Agar perdamaian dan ketentramaan Indonesia segera terwujud, perubahan Indonesia menuju lebih baik Aman sentausa kertaraharja gemah ripah loh jinawi. Muharam dimaknai sebagai bulan anti maksiat, dengan menjauhi larangan Allah SWT, perangi dan pekikkan perjuangan perangi anti korupsi, kolusi, nepotisme, fitnah, pornoaksi, pornografi, judi, teror, dan narkoba.
Sah tidaknya amalan, ibadah kita dalam berkegiatan amal ibadah, puasa sunnah di bulan Muharam tergantung dari niat pelakunya, hindari syirik, musrik, mistik itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kaidah,
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
”Sah dan tidaknya amal, bergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari 1 dan Muslim 1907).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar