Minggu, 17 Agustus 2014

Hadis dhaif seputar Sya’ban

Bismillahirrohmanirrohim,

Hadits ttg puasa Sya'ban; Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, ia berkata: "Rasululloh Muhamad saw melaksanakan puasa hingga kami katakan beliau tdk pernah meninggalkannya & meninggalkan puasa hingga kami katakan beliau Nabi Muhamad saw tdk pernah berpuasa. Aku tdk pernah melihat beliau Baginda Rasullullah Muhamad saw berpuasa satu bulan penuh selain pd bulan Ramadhan & tdk pernah melihat bliau saw paling banyak berpuasa (sunat) selain pada bulan Sya'ban." (Muttafaqun 'alaih)

Dari Ali bin Abi Thalib radliallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Jika masuk malam pertengahan bulan Sya'ban maka shalat-lah di siang harinya. Karena Allah turun ke langit dunia ketika matahari terbenam. Dia berfirman: Mana orang yang meminta ampunan, pasti Aku ampuni, siapa yang minta rizki, pasti Aku beri rizki, siapa.... sampai terbit fajar.”
(HR. Ibn Majah. Di dalam sanadnya terdapat Ibn Abi Subrah. Ibn Hajar mengatakan: Para ulama menuduh beliau sebagai pemalsu hadis).
Sukaberarti hadist ini dhoif, jika tidak ada hadist shohih yang mendukungnya maka hadist ini tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk beramal. Allahu a'lam. Hadaakumullah.

Hadis dhaif seputar Sya’ban
Dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya: Puasa sunnah apakah yang paling utama setelah Ramadhan? Beliau bersabda: “Sya'ban, dalam rangka mengagungkan Ramadhan...”


Suka
Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا
“Jika sudah masuk pertengahan Sya'ban, janganlah berpuasa.” (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibn Majah)
...Lihat Selengkapnya


Batal Suka
Apa yang kita perbuat saat memasuki pertengan puasa di bulan Sya'ban?
Dari Abu Musa Al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن


“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban. Maka Dia mengampuni semua makhluqnya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan” (HR. Ibn Majah, At Thabrani)


Usamah bin Zaid, beliau bertanya: Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya'ban. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa'i, Ahmad

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar