Minggu, 17 Agustus 2014

Syaithan itu hanya memerintahkan kepada fahsya’

Haram mengikuti langkah-langkah syaithan, berdasarkan firman-Nya ” Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan”
Maknanya : janganlah mengikuti model dan gaya hidup syaithan, karena Allah telah menjelaskan di ayat yang lain bahwa syaithan itu hanya memerintahkan untuk berbuat fahsya’ dan kemungkaran. Maka jika orang itu berakal tidak mungkin mengikutinya, tidak mungkin seseorang itu rela dan ridha untuk berbuat fahsya’ dan kemungkaran.
Demikian juga syaithan adalah musuh bagi kita semua, sebagaimana firman Allah ta’ala : ” Sesungguhnya syaithan itu musuh bagi kalian “ (Fathir : 6).
Kemudian Allah ta’ala berfirman ” Maka jadikanlah dia (syaitahan) sebagai musuh bagi kalian” Dan tidak mungkin orang yang berakal malah mengikuti musuhnya.
Jika syaithan itu hanya memerintahkan kepada fahsya’ dan kemungkaran maka dia menjadi musuh bagi kita. Maka tidak masuk akal, bahkan bukan merupakan konsekuensi keimanan jika manusia mengikuti jejak langkah syaithan.
Karena Allah ta’ala telah menjelaskan bahwa langkah-langkah syaithan memerintahkan untuk berbuat fahsya’ yaitu dosa-dosa besar dan mungkar yaitu semua perbuatan maksiat.
Maka setiap perbuatan maksiat merupakan langkah-langkah syaithan, dalil tegas dan jelas yang menunjukkan perbuatan-perbuatan syaithan adalah : makan dan minum, mengambil, memberi dengan tangan kiri.
Demikian juga menoleh saat melakukan ibadah shalat. Ini merupakan perbuatan-perbuatan yang dengan tegas disebutkan oleh dalil bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan syaithan. Dan masih ada perbuatan syaithan lainnya yang tidak ada dalil khusus tentangnya, namun kita katakan bahwa semua perbuatan maksiat merupakan bagian dari langkah-langkah syaithan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar