Kamis, 11 September 2014

“Mencari sumber energi alternatif sebagai konversi bahan bakar fosil”

.
Berkat rahmat Allah SWT dengan angin daun nyiur melambai-lambai, layar perahu terkembang. Sebagaimana manusia dan akalnya dapat menciptaan peralatan yang digerakkan angin, seperti kincir angin yang dapat di gunakan untuk menggiling padi atau gandum serta energi listrik, "Dan di antara Tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin, sebagai pembawa berita Gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya Kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya Kamu dapat MENCARI Karunia-Nya; mudah-mudahan Kamu bersyukur. " QS: Ar-Ruum: 46.
Agar kita tidak ketergantungan Elpiji dan bahan bakar minyak, sesungguhnya yang krisis dan semakin habis itu sumber energi yang berasal dari fosil, dan tidak dapat diperbaharui, seperti batubara, minyak dan gas bumi. Sedangkan untuk jenis energi yang dapat terbarukan, masih banyak dan terbuka luas untuk inovasi dan explorasi.
Untuk itu, konversi energi kita perlukan untuk mengganti bahan bakar fosil ke berbagai sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui (renewable resources). Sumber energi alternatif minyak dan gas yang bukan berasal dari fosil, melainkan sumber energi yang berasal dari alam seperti tumbuhan, sisa produksi, sampah, bahkan kotoran. Biji pohon jarak selanjutnya diolah menjadi minyak jarak atau crude Jatropha oil (CJO). Selain karena mudah di budidayakan, pohon jarak diharapkan menjadi sumber energi alternatif. Adanya minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar pengganti bahan bakar fosil. Minyak sawit masih perlu dicampur dengan solar murni untuk bisa dijadikan bahan bakar biodisel siap pakai. Sumber energi alternatif dari alkohol, berbahan dasar dari pohon nira yang relatif mudah untuk dibudidayakan, menjadi sumber energi alternatif di kemudian hari, sebagai pengganti bahan bakar fosil.
Kebedaraan energi nuklir merupakan energi yang diberikan Allah SWT untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia. Energi nuklir sebagai kekuatan yang sangat hebat dari logam, dan kemaslahatan manusia telah diisyaratkan sebagaimana yang difirmankan Allah SWT “Telah Allah turunkan logam, yang padanya terdapat kekuatan yang dahsyat dan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia.” (QS. Al Hadiid: 25).
Indonesia baru, tidak hanya berusaha mengejar peningkatan konsumsi energi dengan menggunakan lebih banyak teknologi, melainkan juga peningkatan efisiensinya. Peningkatan efisiensi, tepatnya eko-efisiensi, berdampak ekologi maupun ekonomi secara positif. Peningkatan efisiensi akan mengurangi penggunaan energi per-unit produk. Bersamaan dengan itu akan terjadi pengurangan emisi gas rumah kaca per-unit produk.!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar