Minggu, 09 November 2014

Yatna Yuwana, Lena Kena.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu'allaikum Warahmatullahi Wabarahkathu,

Amenangi jaman édan,
Ewuh aya ing pambudi,
Milu édan nora tahan,
Yèn tan milu anglakoni,
Boya keduman mélik,
Kaliren wekasanipun,
Ndilalah kersa Allah,
Begja-begjané kang lali,
Luwih begja kang éling lawan waspada. (Serat Kalatidha, Ranggawarsita).

Mengalami hidup di dalam jaman édan memang repot. Akan ikut berbuat édan tidak sampai hati. Tetapi kalau tidak ngédan tidak akan mendapat bagian apa-apa, dan akhirnya akan menderita kelaparan atau kekurangan. Namun sudah menjadi kehendak Allah, betapapun bahagianya orang yang lengah, masih lebih bahagia orang yang senantiasa ingat dan waspada.
Perbuatan yang disertai kewaspadaan 'kan menghasilkan kesejahteraan atau keselamatan, sedang kelengahan akan mengakibatkan kecelakaan atau kerugian. Ungkapannya "Yatna Yuwana, Lena Kena".
Yatna, waspada; Yuwono, selamat; Léna, lengah; Kena, celaka.
Kita manusia dalam menapaki kehidupan senantiasa berhati-hati dan waspada, agar tidak menghadapi akibat yang merugikan, celaka atau musibah.
Beda sedikit kok, cuma selisih waktu yang sedikit saja, lebih baik berhati-hati dari pada buruan ditempuh atau diputuskan tak tampak ekses dampak maupun risiko akibat yang ditanggung kelak, cobaan ganjalan kendala dan hambatan telah diatur-Nya.
Keuletan sebenarnya dapat mengalahkan kepandaian, dari pada cepat tidak selamat, lebih baik cermat dan selesai tuntas sampai tujuan. Mencari keselamatan lebih penting, karena nasib keberuntungan kegagalan ataupun prestasi datangnya dari Allah. Mari kita simak firman-Nya dalam QS: 23.Al-Mu'minuun : 57.

إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka",
Berlaku hati-hati menjadi utama, tidak buru-buru supaya selamat dunia akherat.
Tak lain dan tak bukan segala tindakan telah ditentukan dan diketahui-Nya. Ditegaskan lebih lanjut anjuran untuk berhati-hati dalam QS:21.Al-Anbiyaa' : 28.

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ

Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
Semoga kita dapat selalu berhati-hati dan waspada dalam menapaki kehidupan, senantiasa mendapat ridha dan Hidayatullah. Aamin3x.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar